Nyata Kuasa Maha Cinta, Bagian 57

Aku dan Warta Pamarta sekarang ini sedang bekerja doa, bersama dengan semua sahabat kami, meski pada umumnya manusia tidak bisa memahaminya. Kalau saja mereka tahu, mereka akan malu sendiri, karena pekerjaan dalam doa kami adalah jujur untuk menolong mereka, supaya keluar dari permasalahan hampa hidup di dunia. Kehampaan hidup di dunia disebabkan karena manusia ingin mengatur hidup menurut otak mereka, mereka tidak sadar bahwa karena ada kekuatan hidup itulah, otak mereka bisa bekerja. Jadi, disini dinyatakan, yang rohani atau spiritual itulah kekuatan tertinggi yang memimpin hidup ragawi manusia, di dalamnya termasuk pikiran. Dalam kedokteran juga diketahui, bahwa ketika sperma bersatu dengan sel telur melewati sebuah perkawinan antara laki-laki dan perempuan, selang beberapa waktu, persatuan tadi membelah dan membelah terus-menerus, sampai menjadi janin, kemudian menjadi bayi, lahir di bumi. Pada waktu proses pembelahan sel tadi, kan belum ada otak? Di situ dinyatakan, ada kecerdasan yang menggerakkan, yaitu roh. Jadi disini dinyatakan, kecerdasan roh itu yang membuat wujud ragawi manusia, di dalamnya termasuk otak. Lucu ya, kalau orang-orang pengen memahami makna hidup hanya dengan otak, sebab otak hanya alat untuk mengejawantahkan kecerdasan spiritual. Padahal banyak aspek makna kehidupan yang belum bisa dipahami logika manusia, mereka selalu mencoba memahami hal yang misteri dengan paradigma akal, padahal membuat otaknya sendiri saja tidak bisa. Kalau segala hal harus masuk akal, maka orang tersebut bisa disebut tidak punya akal, karena tindakannya tidak masuk akal. Mau ketemu Tuhan kok pakai otak, memangnya Tuhan lebih bodoh daripada manusia? Itulah manusia yang tidak bisa menempatkan akalnya, meski punya otak. Mungkin otaknya sedang mengalami dislokasi, karena tidak berada di mustaka-nya, tapi pindah ke bawah tumitnya.
Original Writer: Slamet Santosa
Copyright © 2010 JogjaPenatahCinta.Com
Urutan Tata Guratan
-
Nyata Kuasa Maha Cinta, Bagian 57


