Kuat Agung Budaya Cinta, Bagian 62
Dekat simpang Tugu sendu dan berabu, sepeda motor berduyun terburu, wajah-wajah tua-muda, jejaka-dara, panik berduka kehilangan tenang jiwanya, membuat perasaan kami miris teriris. Daerah Yogyakarta dan kota Ngayogyakarta Hadiningrat malam ini sedang bertempur dengan kuat, memperlihatkan adhi luhung budaya jawanya di tiap tingkah, polah, juga perilaku untuk mandiri, saling memberi antar rakyatnya, cukup banyak terwartakan dengan saling tolong-menolong antar penduduknya. Kuatnya budaya Jawa ini harus makin ditekankan pada keseharian hidup, percayalah satu waktu yang sudah tertentu, akan balik menghantam budaya egosentris, hedonis, oportunis kapitalis, yang mencoba menjajah jatidiri bangsa ini.
Pada sebuah sudutmu Jogja, mobil kami jengah, badan kami lelah, kereta mesin roda empat ini menepi untuk istirah. Dekat kami ada sekelompok pemuda yang kumal pakaiannya, berlawanan dengan wajah mereka yang bersinar gembira. Pemuda-pemuda ini banyak membawa bahan makanan, pakaian, dan vitamin obat-obatan di tiap side car scooter classic vespa mereka. Warta Pamarta mendekat dan menyapa mereka, “Dari mana, Mas?”

Mereka menjawab, “Kami dari kelompok Vespa Club Jawa Tengah, ada yang dari Semarang, Kendal, Temanggung, Banjarnegara, dan Purwokerto.”
“Terus mau ke mana?” sahut Warta Pamarta.
“Belum tahu, Mas. Kalau bisa tolong beritahu, Mas, supaya kami bisa memberikan makanan, pakaian, dan obat-obatan ini pada yang membutuhkan.”
Kami dan mereka saling bicara juga berkenalan, akhirnya kami sama-sama sepakat untuk mengantar mereka ke pos-pos terdekat yang kami kenal, supaya cepat berguna membantu pos-pos tersebut merawat dan menolong pengungsi. Sekali lagi, kejadian ini amat kuat menampilkan kepribadian agung manusia-manusia Jawa yang mencintai Jogja, sedemikian pula banyak cerdik cendekia dan rakyat Yogyakarta yang berpikir keras untuk mewujudkan tata kebijakan bagi seluruh Nusantara.
Original Writer: Slamet Santosa
Copyright © 2010 JogjaPenatahCinta.Com
Urutan Tata Guratan
-
Kuat Agung Budaya Cinta, Bagian 62


