Kebangkitan Syukur Budaya Cinta Jogja, Bagian 70
Sampai di rumah eyang, di garasi scooter kuletakkan, gerak batinku bergolak tak tertahan, suhu tubuhku naik derajatnya, alam sekitarku menyatukan penuh daya kemarahannya, masuk berpadu ke tubuhku. Aku terpacu untuk cepat berbenah baju jiwaku, selaras paras bathinku, yang pasti akan menghablur, mempersembahkan tafakur doa syukur. Aku percaya, banyak jiwa dan bathin anak negeri ini, yang sekarang tergerak berdoa syukur, karena sudah ditampakkan-Nya sejumlah besar manusia, yang menjabat posisi tinggi abdi negara, perlihatkan kebodohan dan takabur. Kumpulan doa syukur orang-orang yang jujur, dalam kebijaksanaan-Nya, akan menjadi kekuatan cinta, yang meruntuhkan kebathilan. Di dunia ini, pernah ada wilayah, yang banyak dihuni manusia-manusia takabur, tempat itu sudah ditenggelamkan, ada di bawah lautan Atlantis.
Sesudah menghaturkan doa syukur, aku keluar kamar, ingin menyapa eyang, aku cari ia di kamarnya, ternyata eyang sedang khusyuk semadi berdoa tasbih. Mata bathinku melihat, bahwa beliau sedang mempersembahkan kesedihannya, karena keadaan negeri ini. Oleh karena kuat imannya, dipersembahkannya masalah ini kepada Allah SWT. Aku percaya, Sang Maha Kuasa dengan kuat kebijaksanaan-Nya, akan mencipta tata ulang keadaan, kaum bodoh itu semua akan hilang.
Aku pergi ke dapur, air panas kutuangkan pada kopi di dalam gelas, harumnya berkah pada tanah pertiwi, semerbak wangi memenuhi hidungku, merasuk ke kedalaman hatiku. Sambil menghisap tembakau kedu utara dengan pipa, kubawa minuman panas kopi kedu utara, aku melangkah ke beranda.

Menemani bersyukurnya aku, dikarenakan campuran agung kecantikan rasa kopi, dan harum tembakau kedu utara yang kuhisap dengan pipa, gubah tulisan Sugeng Waluya menggugah jiwa. Syukurku bertambah, tulisan Sugeng Waluya adalah prosa liris yang indah. Pada rangkaian prosa liris itu, Jogja dinyatakan sebagai kota yang dibingkai karya para seniman. Di situ juga dituliskan, perlunya rakyat Jogja bangkit, menampilkan keaslian keindahan karya budaya Jogja, akan membuat Jogja dan rakyatnya meraja, karena membuat dunia takjub dan terpesona.
Original Writer: Slamet Santosa
Copyright © 2010 JogjaPenatahCinta.Com
Urutan Tata Guratan
-
Kebangkitan Syukur Budaya Cinta Jogja, Bagian 70


