Kecantikan rasa jelita ungu ubi, menyemaikan berkat karunia di tubuh dan jiwaku ini, lewat gerbang kecapan lidah, kandungan gizi penuh faedah, barisan unsur mineral dan vitamin, ber-bedhayan Srimpi di pendapa nurani, yaitu tubuhku sehat di semua hari. Palguna dan Arjuna Indra Putra berganti rupa, Parikesit menjelma di wajah kami, memimpin gabung Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa, jadi kekuatan cinta Pandawa, perkasa bergelombang gulung. Bapak penjaja makanan angkringan menjemput gembira percakapan kami dan ikut menimpali, maka bahasa hati kami yang jujur tanpa pamrih tersembunyi, ber-triniji suci.

Wayang Pandawa Lima dan Parikesit Raja gagrak Yogyakarta

Triniji itu adalah tegas, benar, dan penuh welas asih. Ketegasan kami membicarakan dan mengakui kekayaan isi pada enak ungu ubi, benar menanamkan hormat akan pangan dari bumi pertiwi, mengejawantahkan welas asih menjaga raga, sebagai bentuk menyembah kepada Sang Hyang Widhi, bagian dari manunggalnya manusia dengan Gusti. Basuki Raharja mengolah sendiri semua makanan di warung angkringannya, dengan ramuan gerak hati nurani. Ia bertutur, tidak satupun artificial seasoning ia gunakan, enak cita rasa dan aroma yang sedang dikunyah orang-orang pelanggannya adalah persatuan matahari-langit-bumi, dalam bentuk bumbuan rempah dari desanya. Baginya, menyajikan makanan yang enak dan bergizi, menghadirkan hormat cintanya kepada sesama, sebagai bentuk pengabdian kepada Yang Maha Esa. Mataku dan mata Palguna berkaca-kaca disaluti air mata haru, Basuki Raharja betul-betul kaya makna sejatinya orang jawa, yang khidmat-hormat menjunjung Ngayogyakarta Hadiningrat.

Menurutnya, meniru keliru cara masak dengan bumbu kimia buatan, akan menampakkan bahwa kita mau takluk dibekuk palsu rencana negara manca, yang berkeinginan agar kita kehilangan diri, membuang cinta pada kekayaan tanah pertiwi, dan malah bercinta-janji dengan manca negara tak tahu diri. Pernyataan itu kami terima sepenuh hati, karena dulu, waktu kami sering ke Eropa, semua masakan di sana menggunakan bumbuan alami, lalu yang membuat kami terperangah, banyak bumbuan tadi diambil dan dibawa dari negeri kita Nusantara kaya yang indah. Sebab orang-orang di sana tahu dan sadar, segala bumbu yang buatan dan tidak natural akan membuat manusia penuh penyakit, serta cepat masuk kamar di dalam tanah beratap kijing tanda gundah.

Di hiruk-pikuknya ramah pembicaraan kami bertiga, aku terkenang-kenang indah peristiwa beberapa waktu lalu, ketika ‘ku diajak Sugeng Waluya ke pesta ulang tahun si ayu cantik Kenya Maryati Dewi. Di dalam pesta itu, semua makanan dimasak sempurna oleh gadis cina-jawa itu, sehingga kelezatan hidangan semarak menelusuri hati, lewat lidah teman-teman yang datang. Kalau diibaratkan, kemegahan rasa masakan itu seperti pesona gadis cantik yang sedang lenggang berjalan di taman indah dan rindang.

The Air Full of Romantic, by Dezzan

Pembicaraan sarat makna antara Palguna, aku, dan Basuki Raharja, sungguh peristiwa binerkah karaharjan, karena cinta Tuhan mewujud dalam rupa manusia Basuki Raharja. Kekuatan wujud cinta Tuhan itu, yang membuat aku dan Palguna kuat dicerahkan, untuk setia mencinta bumi Jawa dan Nusantara.


Bersambung...



Original Writer: Slamet Santosa
Copyright © 2011 JogjaPenatahCinta.Com