Sore ini, kami berjumpa anugerah, karena berkenalan dengan seorang tamu yang berkunjung ke rumah eyang, namanya Mas Sugeng Waluya. Ia sangat pandai bermain gitar. Suaranya bariton, amat memukau ketika berlagu menyanyikan bahasa hatinya. Tiap kata dalam lagu yang dibawakannya, begitu hidup, kami seperti dibawa masuk dalam sebuah peristiwa yang dihadirkannya, lewat bahasa nyanyian yang sungguh bernada makna. Memang, dia seorang pemusik sungguhan, gitarnya pun seperti ikut bernyanyi sebagai paduan suara latar, ketika mengiringi suara nyanyian utama yang dilantunkannya. Dia memang pemain musik tunggal, tema nyanyian yang dibawakannya menjadi cantus firmus dan gitarnya berlagu sebagai ansambel mini-orkestra atau accompanion. Kami kagum dan sungguh terpana, masa kini kami sulit sekali bisa melihat dan mendengar langsung seorang pemusik, yang dapat sungguh menyanyikan sukmanya bukan sekedar berbunyi, dan menampilkan musik iringannya bagai orkestra, tanpa menggunakan program kecerdasan buatan di alat musiknya. Terbukalah mataku, dicerahkanlah jiwaku, Mas Sugeng Waluya memperlihatkan kecerdasan tertingginya, kepandaian rohaninya. Ternyata musik yang baik adalah gerak roh, bukan gerak raga, dan hasilnya menembus semua kecerdasan rasa, juga kecerdasan jiwa. Kami, aku dan Mitha, menjadi tenang penuh kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan lewat ribuan kata-kata, bahkan dengan sastra puisi pun tak bisa.

Windswept coconut palm at the beach

Lagu "Rayuan Pulau Kelapa" yang dibawakannya sambil bergitar, mengajak aku ikut bertari-nari dengan flute yang kutiup dengan penuh rasa haru, sementara itu sahabat-sahabatku yang tak kasat mata, para malaikat surga, asyik secara bersamaan mengiringi kami dengan aura kudus musik mulia. Mitha, eyang, dan saudara-saudaranya meningkahi musik kami dengan mata dan mulut terbuka, karena kekuatan roh keindahan, menata ulang jiwa-jiwa mereka masuk ke kedamaian sejahtera. Sungguh, Mas Sugeng Waluya membawa kami memahami keselamatan yang sungguh selamat, sebagai manusia terpilih karena dicipta dan dilahirkan di tanah terbaik di seluruh bumi, yaitu Nusantara.

Dia, Mas Sugeng Waluya, menuturkan betapa hebatnya Tuhan menciptakan tanah air ini. Semua tumbuhan dari jenis apapun, tanaman pangan, tanaman sandang, tanaman guna hasta karya, semuanya dapat tumbuh sempurna tanpa direkayasa. Maka sebagai bangsa, kita sungguh lengkap untuk dapat berjaya, berbuat kebajikan kepada dunia. Ketika banyak kelaparan, sudah layak dan sepantasnya kita bisa menolong pangan, ketika dunia dirundung lara, kita harus mengulurkan bantuan pengobatan, karena di negeri kita banyak sekali tumbuh obat-obatan alam dalam tanaman, dan bukan rekayasa buatan. Bahkan masih banyak hal yang berhubungan dengan "sumber daya", sungguh tersimpan baik dan bermutu terbaik, menghuni seluruh bumi tanah air kita.


Bersambung...


Original Writer: Slamet Santosa
Copyright © 2009 JogjaPenatahCinta.Com