Persembahan Makna Cinta, Bagian 15
Aku teringat Tita, sahabatku, yang menitipkan baju-baju bermotif batik tulis, yang ia kerjakan dengan tangannya sendiri, berusaha mengguritkan keindahan gerak rasanya, bunga-bunga jiwanya, di atas lentur katun dan sutra. Kata eyangku, Tita sudah mengantarkan baju-baju bertulis batik itu sekitar empat minggu lalu, ditandai dengan langit malam ini, dihadiri bulan separuh bayang, melirik ke dalam hati. Perasaanku tergelitik, hatiku dipacu menelisik, rasa ingin tahu sepoi membisik bersama angin, halus menghembus kepalaku, dituntunlah aku membuka pintu ruang batik, karena ingin menilik.
Namaku Galuh Arjuna Indra Putra, nama kecilku Galuh, nama remajaku Arjuna Indra Putra. Aku suka dengan nama itu, membuat aku nyaman untuk bisa berusaha gagah dan menawan, tampil apa adanya dengan ketaksempurnaanku sebagai manusia. Seperti juga malam ini, dengan kebodohanku, berusahalah aku mencari keindahan batik tulis Tita, yang mewujud apik di dalam baju-baju jahitannya. Kunyalakan lampu ruang, karya bebatikan itu nampak anggun di sudut mata memandang, rasaku berkembang dendang untuk membeli sepasang, sebagai persembahan sayang bagi Mitha seorang.
Bersambung...
Original Writer: Slamet Santosa
Copyright © 2009 JogjaPenatahCinta.Com
Urutan Tata Guratan
-
Persembahan Makna Cinta, Bagian 15
