Pertahanan Kebijaksanaan Cinta, Bagian 26
Pada perjalanan ke arah Klepu, bahu kiri kanan jalanan masih cukup banyak pepohonan tumbuh besar, seakan membatasi persawahan dan lajur jalan, barisan tumbuhan kayu itu bagai pagar. Aku Arjuna dan Kenya Maryati Dewi, selaku raja dan ratu yang tengah menilik persiapan upacara kebesaran kerajaan, hamparan himpunan pepadian, anggun agung bagai berlapis baris prajurit berbaju hijau, penuh daya pertahanan memberi keamanan, sebab banyak orang dapat pangan. Kami tengah dicerahkan bahwa ketahanan budaya cocok tanam memperkuat sistem pertahanan tanah Nusantara. Maka kekokohan kesadaran budaya mengedepankan pemahaman pertahanan, akan berpanenan limpah suasana keamanan. Dekat sebuah lapangan, kami istirah bertandang, suara bocah berkumandang, berlarian berebut menyepak bola. Anak-anak sederhana ini tengah gembira dengan suasana desa, bermain penuh cinta, bergantian menerbangkan bola, pemahaman saling bekerjasama melambung ke angkasa. Ternyata, Tuhan sungguh bijaksana mengajarkan tata kehidupan lewat permainan bola ini, setiap pihak kesebelasan harus memiliki kekuatan kokoh gelandang belakang, karena peran gelandang belakang menampilkan daya redam pertahanan, sehingga amanlah gawang. Aku dan Maryati kembali lagi tersenyum, baru dapat lagi pengetahuan, bahwa kekuatan daya cinta mewujudkan pertahanan kendali jiwa, menghasilkan sehat keamanan raga.
"Ayo, Galuh, jalan lagi dong! Laparku sudah bosan berdiplomasi, kamu juga kan?" Siao-chia ini tetap gurih menyuarakan keinginannya, karena pasti ia menyadari kebutuhannya adalah serupa dengan kebutuhan tiap jiwa. Sekali lagi aku salut kepadanya, ia memang cantik karena sikap Srikandi-nya ulet luwes tetapi tetap prajurit. Aku Arjuna, lahir sebagai putra prajurit, dengan keteguhan sabar Maryati, tanggaplah aku, cepat berlaku tindak supaya ketahanan perjalanan bertahan, sewaktu nanti pulang ke rumah eyang, pertahanan cerita indah ditampilkan, amanlah hati orang mendengarkan.
Bersambung...
Original Writer: Slamet Santosa
Copyright © 2009 JogjaPenatahCinta.Com
Sebarkan ke Dunia
Urutan Tata Guratan
-
Pertahanan Kebijaksanaan Cinta, Bagian 26


