Bahasa Hati di Jogja
Bersama Mitha, Sugeng Waluya, Maryati Dewi, dan teman-temanya, Galuh menceritakan kisah bahasa hatinya selama di Jogja, yang menatah cintanya.
Author: Slamet Santosa
Copyright: JogjaPenatahCinta.com
Tulisan Batikan Cinta, Bagian 49
Kekuatan santapan di kala sarapan bersama Mitha dan eyang, membuat aku Galuh Arjuna Indra Putra mapan meletakkan perasaan, mengikuti sifat penurut rohku kepada Roh Kehidupan. Di sini dinyatakan, sungguh roh itu penurut dan mampu memerintah kedaginganku untuk lebih tahu diri, taat kepada keharusan irama kehidupan. Bersamaan dengan kepulan asap dari rokok tembakau yang kuhisap, juga nikmatnya murni rasa kopi jawa, keindahan estetika rohku menghantarkan jiwa ragaku hanyut di pukauan pandang mata, melihat keindahan Jogja di masa silam.
Awal Pagi di Ramuan Cinta, Bagian 48
Aku dan semua orang, lewat kelahiran mewujud di bumi, adalah melewati pertemuan seorang pria dan seorang perempuan, yang kemudian digerakkan oleh daya batin, mereka melaksanakan ritual hidup perkawinan kehidupan, yang pasti karena pertemuan itu dikehendaki oleh Sang Maha Hidup. Sang Ilahi merencanakan kehendak Cinta Surgawi-Nya diwujudkan melewati peristiwa lahirnya bayi-bayi mulia, dengan bahasa lain, yaitu para golekan kencana dan bocah bajang.
Kesombongan Sirna di Kuat Cinta, Bagian 47
