Bersama temaramnya senja di pintumu Jogja, serpih kenangan mulai berdansa di pijar lampu tua...
Di mana kamu kekasihku, yang tinggal kini hanya potretmu. Pias, muram, lekat di dinding kamar, di tua rumahku di Jogja...
Jangan muram Jogja, tampakkan senyummu. Karena setiap sudutmu penatah cinta...
Sepenuh hatiku bertanya sejauh mana janjimu. Benarkah akan selalu bertahan didera cobaan dan derita...
Di Jogja berlimpah kenangan, tiap insan berbeda jaman, namun satu di dalam rasa. Oh uniknya Sabtu di Jogja...
Berdiri tegak selalu percaya diri, Jogja mandiri. Suci hati halus budi laku terpuji, Jogja mandiri...
Awal pagi di simpang tugu. Jiwa merenung hati berseru mencari tutur kisahmu...
Ketika nonaku pulang membawa keranjang kasih dan sayang, bungaan cinta...
Di pantai kurenungkan kasihmu, berderu menghantar gelombang dalam jiwaku...
Sikapnya nan ramah menyentuh hatiku, senyumnya nan renyah jatuhkan hatiku...
Sampeyan Dalem Pangeran Maha Asih, Ratu Agung kang nitahaken kaendahan ...